Pengasuhan Ayah dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Dititipi amanah anak adalah anugerah Tuhan yang luar biasa. Semua pasangan pasti mengidamkan kehadiran anak dalam kehidupan berkeluarga. Anak adalah ladang pahala bagi orang tua. Namun banyak yang belum memperoleh kesempatan itu.

Saat anak hadir dalam keluarga, tumbuh dan berkembangnya menjadi tanggung jawab bersama antara ibu dan ayah. Sesungguhnya seorang ayah berperan dalam menentukan program terbaik dan berusaha untuk mencapai tujuan yang terbaik bagi masa depan anak. Sementara seorang ibu menjadi pelaksana yang memastikan semua program terbaik dapat diterima dan sesuai pada anak.  Kombinasi berbagi peran yang saling mendukung.

Diantara sekian banyak yang beroleh anugerah tersebut, terdapatlah mereka yang mendapatkan amanah keturunan yang berkebutuhan khusus. Menjadi persoalan rumit saat harus menerima anugerah itu. Diperlukan kesiapan mental dan penerimaan terhadap situasi sulit yang harus diterima. Ayah dan ibu harus memahami betul kondisi anak mereka, sesuatu yang tidak diketahui sebelumnya. Dibutuhkan proses adaptasi agar dapat memberikan kehidupan yang baik, benar, dan sesuai dengan kondisi kekhususan anak. Menghadapi situasi demikian, maka sosok ayah memegang peranan penting dalam keluarga dengan anak berkebutuhan khusus.

Selain tentunya menjadi pemimpin, berikut adalah beberapa peran ayah yang memiliki anak berkebutuhan khusus :

  • MELINDUNGI KELUARGA

Sosok ayah berperan besar untuk menghadirkan perasaan aman secara emosional bagi anak. Perasaan aman ini penting dalam perkembangan mental anak yang harus belajar memahami kondisinya yang berkebutuhan khusus, yang harus menghadapi kenyataan tidak dapat memperoleh semua yang diinginkan dengan mudah. Anak berkebutuhan khusus tentunya sangat menginginkan kehadiran sosok ayah yang dapat membantunya membentuk karakter tangguh dan mandiri.

  • MENDORONG ANAK MEMILIKI KEPERCAYAAN DIRI

Sosok ayah memiliki peran penting dalam membentuk kepercayaan diri anaknya yang berkebutuhan khusus. Kondisi sulit yang dialami anak memerlukan proses penerimaan diri yang luar biasa, penyadaran diri anak bahwa dia dilahirkan berbeda. Kesiapan mental untuk menghadapi pandangan, pertanyaan dan sikap pihak-pihak diluar diri anak, kekuatan mental yang tidak hanya untuk dimiliki anak berkebutuhan khusus, tetapi juga harus dimiliki semua anggota keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Ayah memiliki peran sentral dalam perkembangan kepercayaan diri anak.

  • MENJADIKAN ANAK MEMAHAMI NILAI-NILAI AGAMA

Kondisi berkebutuhan khusus yang dimiliki anak tidak serta merta menghilangkan hak dan kewajiban seorang anak berkebutuhan khusus sebagai manusia. Anak harus mengerti nilai dan norma agama. Anak berkebutuhan khusus harus paham hal yang harus dan boleh dilakukan, serta hal yang dilarang untuk dilakukan. Proses pemahaman ini tidak datang dengan sendirinya. Ayah sebagai pemimpin keluarga memiliki peran penting untuk menanamkan nilai-nilai agama pada semua anggota keluarga, termasuk anak yang berkebutuhan khusus.

  • MENDORONG ANAK UNTUK BERANI DAN INGIN TAHU

Anak dengan kondisi memiliki hambatan tentu harus belajar dua tiga kali lebih banyak. Anak berkebutuhan khusus memerlukan proses belajar yang lebih keras dari anak pada umumnya. Mereka harus melalui proses luar biasa keras dan disiplin agar bisa menjadi tangguh dan mandiri. Pondasi dari kemandirian adalah rasa ingin tahu yang besar (untuk mencoba) dan keberanian. Melalui didikan yang tepat, anak berkebutuhan khusus dapat memiliki keberanian dan rasa ingin tahu untuk mempelajari banyak hal dari kegiatan yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Peran ayah sangat menentukan terbentuknya sifat-sifat tersebut.

  • MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK

Anak berkebutuhan khusus memiliki emosi yang masih labil, lebih sensitif. Kondisi emosi tersebut berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan secara keseluruhan. Ayah harus senantiasa membangun komunikasi secara verbal maupun fisik dengan intens. Komunikasi ini akan menumbuhkan rasa saling percaya. Meskipun sebagian anak berkebutuhan khusus mengalami hambatan berkomunikasi verbal, komunikasi secara fisik/non-verbal ternyata sama berpengaruhnya terhadap perkembangan mental-sosial-emosional anak berkebutuhan khusus. Sekalipun kesibukan seorang ayah terkadang menjadi alasan jarang terjalinnya kedekatan, sentuhan yang tulus, sapa, perhatian antara ayah dengan anak berkebutuhan khusus mampu memperkuat ikatan batin.

Ketegasan seorang ayah dalam keluarga adalah sikap dan peranan yang cukup sentral dalam membangun karakter anak, khususnya anak berkebutuhan khusus. Dengan peran pentingnya tersebut, seorang ayah sudah saatnya terlibat aktif dalam membangun perkembangan anak. Tidak lagi menyerahkan sepenuhnya pengasuhan anak hanya menjadi tanggung jawab ibu. (AgoesRakhman_YPACJakarta)

Referensi : http//www.dakwatuna.com/

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.